Lampu Sehen Lebih Hemat dari Petromax

Penggunaan lampu Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN) untuk masyarakat Indonesia Timur yang tinggalnya masih jauh dari jangkauan transmisi listrik PLN bakal lebih hemat ketimbang menggunakan petromax. Penghematannya bisa mencapai Rp 55 ribu per bulan. Demikian disampaikan oleh Direktur Operasi Indonesia Timur, Vickner Sinaga yang ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (8/4/2011).

“Dengan lampu hemat energi (Lampu SEHEN) jelas bisa melistriki Indonesia Timur dan meningkatkan rasio elektrifikasi. Keuntungannya adalah dengan lampu SEHEN mereka hanya bayar Rp 35 ribu per bulan. Kalau sehari-hari sebelumnya pakai Petromax, mereka harus mengeluarkan dana Rp 90 ribu per bulan untuk membeli minyak tanah,” kata Vickner.

Selain pelanggan yang diuntungkan, lanjut Vickner, PLN juga bisa diuntungkan karena kenaikan rasio elektrifikasi. Sementara bank juga diuntungkan karena penggunaan lampu SEHEN itu ditransaksikan via bank.

“Jadi calon pelanggan bisa untung dan rasio elektrifikasi PLN juga naik. Bank daerah juga untung, karena cara mereka berlangganan lampu SEHEN dengan membayar Rp 500 ribu ke bank (menaruh deposit, dan dipotong Rp 35 ribu per bulan),” ujarnya.

Terkait rasio elektrifikasi untuk daerah yang masih 30%, Vickner mengatakan bahwa dengan menerapkan distribusi penggunaan lampu SEHEN tersebut, maka rasio elektrifikasi bisa tercapai hingga 60%.

“Sampai Maret rasio elektrifikasi masih sekitar 31%. Malah tahun 2009 sekitar 24%. NTB ingin kita naikkan 7%, biasanya kan setahun naiknya 2%. Tahun 2011 kita naikkan menjadi 71% sekitar 20%. Ini untuk NTT, NTB, Kalteng, Maluku, dan beberapa wilayah yang masih jauh dari jaringa,” jelasnya.

Vickner menambahkan, pengguna lampu SEHEN kini sudah mencapai 1.234 pelanggan. PLN berharap bisa menyambung listrik pelanggan dengan SEHEN ini hingga 340 ribu pada tahun 2011.

“Saat ini, sudah sebanyak 1234 pelanggan menggunakan lampu SEHEN. Ini sudah dimulai sejak akhir tahun 2010 lalu. Rencananya tahun ini untuk wilayah NTT ingin terpasang hingga 120 ribu. Demikian juga untuk wilayah NTB,” katanya.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. wah keren nih, bisa jadi converter lagi, dari minyak tanah ke listrik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s