DBS

Beranda » Uncategorized » Global Warming

Global Warming

Global Warming atau pemanasan global adalah kenaikan suhu permukaan bumi di atas suhu rata-rata yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca. Apa itu gas rumah kaca? gas rumah kaca yaitu diantaranya karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), Nitrogen Monoksida (NO) dan dinitrooksida (N2O). Gas-gas tersebut sebenarnya ada di atmosfer bumi yang berfungsi menahan panas yang dipancarkan oleh matahari untuk melindungi bumi agar tetap hangat. Kalau jumlah gas-gas tersebut semakin besar, maka konsekuensinya bumi akan semakin panas.

Bumi kita atau alam kita mempunyai kemampuan untuk mengubah gas CO2 menjadi O2. contohnya pada tumbuhan akan menyerap gas CO2 dan mengubahnya menjadi O2 dalam proses fotosintesis. namun, apabila gas karbondioksida ini terus meningkat maka kemampuan tumbuhan untuk menyerapnya pun overlimit atau diluar batas kemampuannya. Laut yang dingin di daerah Antartika juga mampu menyerap gas karbondioksida dan menyimpannya dalam lautan yang cukup dalam dengan suhu yang rendah. Tapi dengan meningkatnya suhu bumu akan mencairkan es di Kutub yang artinya penyerapan gas karbondioksida jughttp://infinity-lvd.com/administrator/index.php?option=com_contenta akan berkurang.

Gas rumah kaca meningkat terutama karena pembakaran bahan bakar fosil dari pembakaran kendaraan bermotor, industri dan pembangkit listrik. Kalo soal efek, udah bisa diliatkan, mencairnya es abadi dikutub yang menyebabkan peningkatan muka air laut, perluasan daerah tropis kedaerah subtropics sampai terjadinya perubahan iklim.

ada dua cara untuk memperlambat bertambahnya gas rumah kaca, antara lain :
1. Menyimpan gas ata karbon tersebut di suatu tempat sehingga bisa mencegahnya lepas ke Atmosfer.
2. Mengurangi produksi rumah kaca dengan :

  1. Konversi energi. Jadi buat yang masih pakai kompor minyak tanah, bisa beralih ke gas.
  2. Pemanfaatan energi biogas. Seperti kita ketahui kotoran ternak bisa menghasilkan gas metan yang bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil buat memasak.
  3. Menggunakan transportasi umum. Di Indonesia penyumbang buangan gas karbondioksida terbesar berasal dari kendaraan bermotor. Dengan menggunakan transportasi umum maka semakin sedikit penggunaan kendaraan pribadi yang otomatis mengurangi pengeluaran gas rumah kaca tersebut.
  4. Hemat listrik. Matikan alat elektronik yang tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi dan matikan kran yang tidak digunakan, selain untuk hemat listrik juga hemat pemakaian air tanah. Dengan menghemat listrik maka akan menghemat produksi listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Bukankah hemat energi, hemat biaya.
  5. Hindari penggunaan produk sekali pakai. Seperti sendok, piring kertas dan tissue berlebihan. Karena tetap saja untuk memproduksi barang-barang tersebut masih menggunakan bahan bakar fosil.

Hal yang terlihat sepele, tetapi akan membuat perubahan besar jika dilakukan secara massive. ingat 3M, Mulailah dari hal yang kecil, Mulailah dari diri sendiri, Mulailah sekarang juga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s