DBS

Beranda » Uncategorized » NASIB PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI INDONESIA MENURUT KACAMATA BIN

NASIB PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI INDONESIA MENURUT KACAMATA BIN

Beberapa saat yang lalu, BIN mengundang METI dalam seminarnya mengenai PV PLTS Solar. Apa saja yang telah didiskusikan oleh BIN?
Dari ESDM tentunya ada niat mengurangi ketergantungan terhadap energi fossil.  Dengan adanya pertumbuhan konsumsi energi sebanyak 7% per tahun dan rasio elektrifikasi yang hanya 76%, kebutuhan energi masih selalu akan berkembang. ESDM juga berniat mendukung komitmen nasional penurunan emisi green house gas pada tahun 2020. “Forum” dari ESDM sudah menyepakati teknologi yang didorong untuk dibangun industrinya adalah Crystalline SIlicon PV.  Pertimbangannya antara lain:
  • CSi lebih unggul dari kematangan teknologi, pangsa pasar, dan investasi ekonomi
  • Perlu dikembangkan laboratorium untuk inovasi yang dilakukan BPPT atau LIPI agar industri dapat lebih fokus pada aspek produksi.  Dapat menghidupkan aktifitas riset di lembaga lain
“Forum” sepakat bahwa untuk menjamin pasar produk sel surya dapat diserap di pasar lokal, perlu dimasukkan persyartan TKDN minimal untuk proyek pemerintah dan BUMN, juga perlu adanya insentif fiskal antara lain sebagai kemudahan bea masuk, tax allowance, dll. FiT sedang dibahas mengenai USD 25 sen per kWh dengan insentif lebih jika memakai TKDN di atas 40%, maksimal FiT USD 30 sen. SNI juga diwajibkan mencegah masuknya impor produk sel surya yang berkualitas rendah dan berharga murah. Permasalahan dumping perlu menggunakan mekanisme SNI atau safe guard
Skema finansial perlu dijajaki untuk pemanfaatan ekonomi hijau untuk pendanaan pembangunan industri sel surya yang sedang disusun oleh Badan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu.
PLN berpikir bahwa PLTS adalah salah satu opsi mengurangi konsumsi BBM dan mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi di daerah yang terisolasi dan pulau terpencil. Keterbatasan alokasi subsidi listrik dan biaya investasi PLTS yang relatif masih mahal perlu kajian komprehensif untuk besaran kuota kapasitas, kondisi sistem kelistrikan, desain konfigurasi, dan penerapan prinsip least cost. PLTS memiliki karakteristik “non-firm capacity” sehingga stabilitas operasi sistem kelistrikan harus dipertimbangkan. Kebijakan FiT harus mempertimbangkan biaya investasi PLTS yang tinggi agar menarik bagi pengembang dan tidak berdampak terhadap peningkatan biaya pokok produksi PLN. Interkoneksi ke grid PLN perlu syarat yang ketat untuk mampu dioperasikan dengan sistem PLN.  Perlu kejelasan siapa yang harus membuat studi.
Metode pengadaan FiT adalah kriteria penilaian mendapatkan pengembang yang berkualitas secara teknik dan finansial untuk memastikan keberhasilan implementasi.Penetapan persyaratan standar spesifikasi teknik harus dipenuhi dan tata cara perhitungan local content perlu ditentukan secara jelas. Pembatasan besaran kuota per tahun dan per lokasi diperlukan untuk pengendalian besaran alokasi subsidi listrik dan antisipasi terhadap tren penurunan biaya investasi.
Kriteria jelas untuk memastikan qualified developer secara teknis atau finansial dilakukan oleh pihak yang paham listrik mengingat kualitas proposal teknik akan menjadi dasar utama evaluasi. Studo kelayakan PLTS harus rinci dan dilengkapi kajian/analisa power system untuk memastikan tidak ada permasalahan interkoneksi ke grid PLN dan stabilitas sistem. PLN akan menyiapkan standar PPA dan menjadi bagian dari dokumen pengadaan. Kebijakan FiT perlu batasan kuota terkait  kemampuan fiskal untuk alokasi subsidi listrik, tingkat kelayakan proyek, dan tren penurunan harga solar PV serta stabilitas operasi sistem kelistrikan. Pola pengadaan akan sangat menentukan keberhasilan implementasi dan sustainabilitas pasokan tenaga listrik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s